Apa Itu Gunung Es?

Sebongkah ais gunung adalah sebahagian besar ais air tawar yang terputus dari glasier atau hamparan ais dan terapung di air terbuka. Ia terbentuk apabila salji terkumpul bertahun-tahun lamanya, terkemek menjadi ais, dan kemudian bergerak hulu. Bahagian yang kelihatan daripada sebongkah ais hanya kira-kira 10% daripada saiz keseluruhan, dengan kebanyakan tersembunyi di bawah air. Sebongkah ais boleh sangat berbahaya bagi kapal kerana ia boleh menyebabkan perlanggaran dan kerosakan. Ia juga penting dalam ekosistem kerana ia menyediakan habitat untuk pelbagai organisma marin. Bencana Titanic pada tahun 1912 disebabkan oleh perlanggaran dengan sebongkah ais.


Gunung es adalah sepotong besar es tawar yang mengapung di perairan terbuka. Gunung es terbentuk ketika mereka terpisah dari gletser atau shelf es dalam proses yang dikenal sebagai “calving”.

Sebagian besar gletser yang melahirkan gunung es dapat ditemukan di sepanjang pantai Greenland. Sekitar 10.000 hingga 15.000 gunung es baru terpisah dari gletser-gletser ini setiap tahun.

Gunung es memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Gunung es seukuran rumah dianggap kecil.

Gunung es dapat jauh lebih besar. Beberapa gunung es bisa sebesar pesawat terbang, bangunan, atau bahkan kapal induk! Gunung es tertinggi yang pernah tercatat memiliki tinggi sekitar 550 kaki.

Jadi, seberapa besar sejatinya sepotong es harus menjadi gunung es? Menurut definisinya, gunung es harus menonjol dari permukaan air setidaknya 17 kaki dan memiliki panjang minimum 50 kaki.

Saat gunung es mencair dan menjadi lebih kecil, terkadang mereka disebut “growlers” karena suara yang mereka buat seperti binatang ketika udara terperangkap keluar selama proses pencairan.

Walaupun es batu yang mengapung di minuman soda Anda mungkin tampak tidak berbahaya, gunung es yang mengapung di lautan bisa sangat berbahaya bagi kapal. Bahkan, gunung es bertanggung jawab atas salah satu bencana maritim paling menghancurkan dalam sejarah.

Pada malam 14 April 1912, RMS Titanic sedang melintasi Samudra Atlantik Utara ketika bertabrakan dengan gunung es. Meskipun penjaga pandang kapal telah melihat gunung es dengan cukup waktu untuk menghindari tabrakan secara langsung, kapal masih menabrak bagian terendam dari gunung es tersebut.

Gunung es menembus lambung kapal di beberapa tempat, menyebabkan banjir di beberapa kompartemen dan mengorbankan daya apung kapal. Titanic tenggelam pada pagi hari berikutnya, mengakibatkan hilangnya 1.517 penumpang.

Titanic dianggap “tak bisa tenggelam” oleh beberapa orang karena desainnya yang canggih, fitur keselamatan yang banyak, dan ukurannya yang besar. Namun, kapal tersebut tidak mampu melawan gunung es yang dihadapinya pada malam yang menghancurkan itu.

Tenggelamnya Titanic mendorong pendirian Patroli Es Internasional, yang terus melakukan patroli di Samudra Atlantik Utara hingga saat ini, menjaga agar tidak ada gunung es yang membahayakan kapal di laut.

Gunung es yang menenggelamkan Titanic kemungkinan sangat besar. Namun, gunung es besar tidak selalu lebih berbahaya daripada yang lebih kecil.

Walaupun gunung es yang lebih besar umumnya lebih mudah terlihat bagi kapal, gunung es yang lebih kecil bisa tersembunyi di tengah ombak lautan, membuatnya sulit terdeteksi dan lebih berbahaya.

Jika Anda pernah mendengar pepatah “hanya ujung gunung es”, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa hal tersebut benar adanya. Orang menggunakan frase ini untuk menyampaikan bahwa apa yang terlihat bukanlah keseluruhan situasi.

Ini secara harfiah berlaku untuk gunung es. Semakin tinggi mereka menjulang di atas air, semakin dalam pangkal mereka menyentuh di bawah air. Untuk sebagian besar gunung es, bagian di bawah permukaan air adalah tiga hingga sembilan kali tinggi di atas air.

Meskipun membahayakan kapal, gunung es memainkan peran penting dalam siklus air alam. Ketika gunung es mencair, air yang dihasilkan menguap ke udara dan membentuk awan.

Angin membawa sebahagian daripada awan-awan itu ke Greenland, di mana udara sejuk menyebabkan kelembapan dalam awan tersebut mengembun dan jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk salji. Selama ribuan tahun, salji bertimbun di Greenland dan membentuk gletser.

Kemudian, graviti memaksa gletser-gletser besar ini menuju laut. Apabila mereka mencapai lautan, gletser-gletser ini mulai pecah dan jatuh ke dalam air, mencipta aisberg. Apabila aisberg bergerak dan mulai mencair, kitaran ini berulang!

Cuba sendiri

Jika anda merasakan sukar untuk membayangkan bagaimana aisberg terbentuk dan wujud di perairan sejuk Atlantik Utara, anda boleh meneroka setiap langkah dalam Kehidupan Seorang Aisberg dengan melihat gambar dan peta!

Setelah anda selesai meneroka kehidupan aisberg, anda boleh membuat sendiri! Dapatkan beberapa mainan plastik kecil, baldi kecil, dan semburan penyembur. Jika perlu, minta bantuan seseorang untuk aktiviti ini.

Ikuti arahan untuk aktiviti Aisberg di Hadapan! untuk membekukan beberapa mainan plastik kecil dalam aisberg buatan anda, dan kemudian perhatikan saat ia perlahan-lahan mencair untuk mendedahkan hadiah anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *