Apa Yang Terdiri Dari Bintang-Bintang?

Bintang terdiri daripada kombinasi gas, terutamanya hidrogen dan helium. Gas-gas ini sentiasa menjalani tindak balas nuklear, khususnya fusi, yang melepaskan jumlah tenaga yang besar dalam bentuk cahaya dan haba. Proses fusi berlaku apabila tekanan graviti yang sangat besar dalam bintang menyebabkan atom-atom bertembung dan bergabung bersama, mencipta elemen-elemen yang lebih berat seperti karbon, oksigen, dan nitrogen. Elemen-elemen ini, bersama-sama dengan gas-gas asal, membentuk komposisi bintang. Tahap-tahap berbeza dalam kehidupan bintang, seperti kelahirannya, jujukan utama, dan kematian akhirnya, ditentukan oleh jisim dan komposisinya.


Pernahkah kamu menginginkan sesuatu dengan sangat kuat sehingga kamu mencoba menginginkannya pada sebuah bintang? Jika ya, maka kamu pasti mengerti rasa frustrasi yang muncul saat ide ini datang saat siang hari. Rasanya seperti keabadian sampai gelap cukup untuk bintang pertama yang bercahaya muncul di langit malam.

Tentunya, kamu mungkin menunggu malam karena teringat lagu pengantar tidur yang terkenal seperti “bintang cahaya, bintang terang, bintang yang pertama ku lihat malam ini.” Namun, jika kamu memiliki minat dalam astronomi, kamu tahu bahwa tidak perlu menunggu malam. Lebih mudah untuk menginginkan sesuatu pada sebuah bintang saat siang hari!

Mengapa demikian? Karena saat siang hari, ada sebuah bintang besar yang bercahaya terang di langit sepanjang hari. Kita menyebutnya dengan Matahari!

Meskipun kita biasanya menganggap cahaya berkilauan di langit malam sebagai bintang — dan sebagian besar memang itu! — bintang terdekat kita adalah Matahari kita sendiri. Mungkin karena seringnya muncul dan fakta bahwa Bumi berputar mengelilinginya, kita sering menganggap Matahari itu biasa saja. Namun, tanpa Matahari, kehidupan di Bumi tidak akan mungkin.

Ketika berbicara tentang menjelajahi angkasa luar, pernahkah kamu perhatikan bagaimana rencana untuk perjalanan ke Matahari tidak pernah disebutkan? Kami menduga hal ini mungkin karena pesawat ruang angkasa akan meleleh sebelum sampai dekat Matahari.

Bahkan jika kamu memiliki pesawat ruang angkasa yang dapat bertahan terhadap panas yang luar biasa dan intens dari Matahari, kamu tetap tidak akan bisa mendarat di sana dan menjelajahinya. Berbeda dengan Bumi yang memiliki banyak batuan dan tanah padat untuk mendarat, Matahari tidak terdiri dari bahan yang sama.

Alih-alih padatan (seperti batu dan tanah) dan cairan (seperti air), Matahari terutama terdiri dari gas dan plasma. Bahkan, Matahari sebagian besar terdiri dari dua gas sangat panas: hidrogen dan helium. Bintang-bintang juga biasanya mengandung sedikit jumlah unsur yang lebih berat, seperti oksigen, nitrogen, karbon, dan besi.

Ketika kamu mengamati Matahari yang panas dan bercahaya, yang kamu lihat adalah hasil dari proses utama yang terjadi di dalam inti Matahari: konversi hidrogen menjadi helium melalui reaksi nuklir yang terus menerus dan konstan, mirip dengan bom hidrogen. Meskipun Matahari berada dalam keadaan ledakan nuklir yang terus menerus, ia terdiri dari begitu banyak materi sehingga akan membutuhkan miliaran tahun untuk menghabiskan semua “bahan bakar” hidrogen.

Letupan nuklir yang terus berlanjut ini melepaskan jumlah energi yang sangat besar ke alam semesta. Kita menyebut energi ini sebagai radiasi elektromagnetik, yang mencakup baik panas yang kita rasakan maupun cahaya tampak yang kita lihat.

Produksi energi yang begitu besar membuat hidrogen dan helium berada dalam bentuk plasma, yang merupakan bola besar yang bercahaya dan bersinar, terdiri sebagian besar dari ion bermuatan positif dengan sebagian besar elektron mereka bergerak bebas. Meskipun sifat ledakan Matahari, ia terlihat padat karena gravitasi yang sangat besar mempertahankannya.

Tidak semua bintang di alam semesta memiliki ukuran atau suhu yang sama. Meskipun Matahari kita terlihat besar bagi kita, sebenarnya ia hanyalah bintang berukuran sedang dibandingkan dengan bintang lain yang telah ditemukan dan diukur oleh para ilmuwan.

Walaupun sangat panas, Matahari dianggap salah satu bintang yang lebih sejuk dibandingkan bintang lainnya. Para ilmuwan telah menemukan bahwa suhu sebuah bintang menentukan warnanya. Bintang yang paling panas berwarna biru, sementara bintang yang paling sejuk berwarna merah. Matahari, yang berwarna kuning, lebih dekat dengan merah dan oleh karena itu lebih sejuk, meskipun tetap sangat panas!

Coba saja

Apakah kamu siap untuk menjelajahi dunia bintang? Ajaklah bantuan seorang teman atau anggota keluarga dan coba kegiatan luar biasa ini:

  • Matahari dan bintang-bintang serupa lainnya sangat berbeda dari planet seperti Bumi. Bisakah kamu membayangkan seperti apa rasanya melakukan perjalanan ke Matahari? Tulislah sebuah cerita yang menceritakan petualanganmu dalam perjalanan ke Matahari dan kembali. Gambarkan teknologi yang kamu gunakan untuk bertahan hidup dan jelaskan karakteristik Matahari. Biarkan imajinasimu berjalan liar dan bagikan ceritamu dengan seorang teman atau anggota keluarga.
  • Tahukah kamu bahwa Matahari kadang-kadang memiliki titik-titik yang lebih sejuk? Titik-titik ini, yang dikenal sebagai bintik matahari, tampak lebih gelap. Dengan beberapa bahan sederhana, kamu dapat mengamati dan melacak bintik matahari. Lihat “Melacak Titik-titik di Matahari” secara online untuk informasi lebih lanjut!
  • Badai matahari dapat menyebabkan gangguan pada elektronik di Bumi. Para ilmuwan memantau Matahari untuk badai-badai ini, tetapi kamu dapat membuat magnetometer sendiri dengan bahan dasar untuk membantu mendeteksi badai matahari. Cukup ikuti petunjuk online dan kamu akan dapat membuat pengamatan mataharimu sendiri dalam waktu singkat. Ingat untuk meminta bantuan anggota keluarga atau teman dewasa. Selamat bersenang-senang!

Sumber Keajaiban

  • http://coolcosmos.ipac.caltech.edu/ask/205-What-are-stars-made-of-
  • http://www.qrg.northwestern.edu/projects/vss/docs/space-environment/2-what-are-stars-made-of.html
  • https://www.nasa.gov/audience/forstudents/k-4/stories/a-star-is-a-big-ball-of-gas-text.html
  • https://www.reference.com/science/stars-made-7927fdd49155c463

1. Apakah bintang terbuat dari apa?

Bintang terutama terdiri dari hidrogen dan helium, dengan jumlah jejak unsur lainnya. Unsur-unsur ini dihasilkan melalui fusi nuklir, di mana atom hidrogen bergabung untuk membentuk helium, melepaskan sejumlah energi yang sangat besar dalam proses tersebut. Tekanan gravitasi yang besar di inti sebuah bintang memungkinkan fusi ini terjadi. Energi yang dihasilkan oleh fusi adalah apa yang membuat bintang bersinar dan memberikan panas kepada mereka. Tahapan-tahapan berbeda dalam siklus hidup sebuah bintang ditentukan oleh berapa banyak hidrogen yang masih bisa dijadikan fusi. Setelah bintang habis mengeluarkan hidrogennya, ia mungkin mulai melakukan fusi helium atau unsur-unsur yang lebih berat, yang pada akhirnya mengarah pada kehancurannya.

2. Bagaimana bintang terbentuk?

Bintang terbentuk dari awan gas dan debu yang luas yang dikenal sebagai nebula. Proses ini dimulai ketika gangguan, seperti ledakan supernova yang dekat atau gelombang kejut dari bintang yang lewat, memicu keruntuhan sebuah nebula. Ketika gas dan debu saling berdekatan di bawah pengaruh gravitasi, awan tersebut mulai berkontraksi dan memanas. Ketika inti mencapai suhu dan kerapatan kritis, fusi nuklir dimulai, dan sebuah bintang lahir. Bintang yang baru terbentuk terus menambah massa lebih banyak dari materi sekitarnya, tumbuh ukurannya dan kecerahannya hingga mencapai keadaan stabil yang dikenal sebagai urutan utama.

3. Berapa lama bintang hidup?

Masa hidup sebuah bintang tergantung pada massanya. Bintang yang lebih kecil, seperti red dwarf, dapat membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat lambat dan hidup selama puluhan miliar tahun. Di sisi lain, bintang yang lebih masif membakar bahan bakarnya dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dan memiliki masa hidup yang lebih pendek. Sebagai contoh, bintang seperti Matahari akan hidup selama sekitar 10 miliar tahun. Setelah sebuah bintang habis menghabiskan bahan bakar nuklirnya, nasibnya tergantung pada massanya. Bintang yang lebih kecil akan melepaskan lapisan luar mereka dan menjadi white dwarf, sementara bintang yang lebih masif mungkin meledak dalam supernova dan meninggalkan sisa bintang yang padat seperti neutron star atau lubang hitam.

4. Bisakah bintang mati?

Ya, bintang dapat mati. Ketika sebuah bintang habis menghabiskan bahan bakar nuklirnya, ia tidak lagi dapat menghasilkan energi yang diperlukan untuk melawan gravitasinya sendiri. Bintang yang lebih kecil, seperti Matahari, akan membesar menjadi raksasa merah selama fase kematiannya, melepaskan lapisan luar mereka ke ruang angkasa. Inti yang tersisa akan runtuh dan menjadi white dwarf, perlahan mendingin selama miliaran tahun. Bintang yang lebih masif akan mengalami ledakan yang disebut supernova, menyebarkan materi mereka ke ruang angkasa. Inti bintang mungkin akan runtuh lebih jauh, membentuk neutron star atau runtuh sepenuhnya menjadi lubang hitam. Kematian sebuah bintang adalah proses yang menarik dan kompleks yang memainkan peran penting dalam evolusi alam semesta.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *