Bolehkah Bintang Menunjukkan Jalan?

Bintang-bintang telah digunakan untuk navigasi selama berabad-abad. Pelaut dan penjelajah telah mengandalkan posisi bintang untuk menemukan jalannya melintasi lautan luas dan tanah yang belum dipetakan. Bahkan saat ini, bintang-bintang memainkan peran penting dalam sistem navigasi modern. Dengan menggunakan penelusur bintang, satelit dan wahana antariksa dapat menentukan posisi mereka secara tepat di ruang angkasa. Penelusur ini menganalisis posisi bintang untuk menghitung orientasi dan lintasan wahana. Informasi ini kemudian digunakan untuk memandu wahana ke tujuannya. Jadi, ya, sebuah bintang memang dapat menunjukkan jalan, tidak hanya bagi pelaut kuno tetapi juga bagi penjelajah angkasa modern.


Bayangkan anda berpindah kembali ke zaman di mana kapal-kapal megah berlayar melintasi lautan dunia mencari tanah baru, sumber daya, dan petualangan. Bisakah anda membayangkan diri anda sebagai kapten kapal seperti Christopher Columbus?

Walaupun terdengar mendebarkan, terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan: ketiadaan Internet, dengan Google masih berabad-abad lagi; ketiadaan satelit Sistem Penentuan Posisi Global (GPS) di atas; dan ketepatan terbatas dari peta kertas primitif yang anda miliki, yang menawarkan prediksi yang tidak pasti tentang apa yang ada di depan.

Walaupun masalah ini mungkin tidak terlihat menakutkan saat anda berlabuh, setelah berlayar, anda akan segera menemukan diri anda dikelilingi oleh luasnya lautan di setiap arah. Pemandangan menjadi sangat monoton, tanpa ada tanda-tanda yang menunjukkan lokasi atau arah anda. Bagaimana anda dapat memastikan anda tetap berada pada jalur yang benar?

Walaupun mungkin tidak ada TANDA daratan, pelaut-pelaut kuno bergantung pada beberapa panduan untuk berlayar dengan aman di lautan. Yang perlu anda lakukan adalah melihat ke atas langit. Betul! Pelaut-pelaut dari zaman dulu bergantung pada Matahari, Bulan, dan berbagai benda langit lain seperti bintang-bintang dan planet untuk menunjukkan jalan mereka.

Jika anda pernah menatap langit malam, mencari bintang jatuh atau rasi bintang yang dikenal, anda mungkin pernah melihat bahwa posisi Matahari, Bulan, dan bintang-bintang berubah secara teratur. Sangat sulit untuk menemukan objek-objek ini malam setelah malam karena mereka berubah posisi dan melintasi langit malam. Jadi, bagaimana pelaut-pelaut kuno menggunakannya untuk menavigasi pergerakan mereka?

Pada setiap waktu tertentu, setiap benda langit sejajar langsung di atas titik tertentu di Bumi, yang dikenal sebagai posisi geografisnya. Seseorang yang berdiri di posisi geografis ini akan melihat benda langit tersebut berada tepat di atas kepala.

Namun, posisi geografis kebanyakan benda langit terus berubah karena rotasi Bumi pada porosnya dan revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Namun, terdapat dua titik di Bumi yang mempertahankan posisi yang relatif tetap terhadap langit di atas: Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Untungnya bagi pelaut-pelaut kuno, terdapat sebuah bintang yang posisinya sangat dekat dengan Kutub Utara: Polaris, yang juga dikenal sebagai Bintang Utara. Dengan tetap memperhatikan Polaris, pelaut akan melihat semua bintang lainnya tampak berputar perlahan-lahan di sekitarnya.

Jika seorang pelaut berlayar ke arah utara, mereka akan melihat Polaris semakin tinggi di langit. Sebaliknya, jika Polaris semakin rendah, seorang pelaut akan tahu bahwa mereka menuju ke arah selatan. Pada akhirnya, pelaut menyadari bahwa mengukur sudut Polaris di langit akan memberikan mereka perkiraan garis lintang yang hampir akurat.

Jika anda mengenal geografi, anda tahu bahwa setiap titik di Bumi dapat diidentifikasi secara tepat berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Untuk menentukan posisi mereka dengan akurasi, pelaut perlu bergantung pada lebih dari hanya Polaris.

Astronom kuno merancang peta bintang yang rumit yang menampilkan berbagai posisi benda langit pada waktu yang berbeda. Dengan menggunakan alat dasar seperti jam dan instrumen canggih seperti sextant, pelaut-pelaut kuno dapat memperkirakan posisi mereka dengan tingkat ketepatan tertentu dengan memplot posisi dan sudut dua atau tiga benda langit, dan kemudian melakukan perhitungan matematika dasar.

Sextan adalah sebuah alat bersejarah yang digunakan oleh pelaut untuk mengukur sudut antara objek langit dengan horizon. Dengan menggunakan sudut-sudut ini dan matematika dasar, para pelaut dapat menentukan lokasi mereka secara kasar. Mengambil beberapa bacaan dengan benda langit yang berbeda memungkinkan perhitungan yang lebih akurat dan navigasi yang lebih tepat.

Walaupun navigasi langit mungkin dianggap sebagai seni yang hilang bagi kita di Bumi yang mengandalkan Google dan GPS, hal ini masih merupakan ilmu pengetahuan yang penting dalam eksplorasi luar angkasa. Para ilmuwan NASA menggunakan teknik navigasi langit yang canggih untuk membimbing wahana antariksa dan satelit, seperti Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Mars Rover.

Jika Anda ingin menguji keterampilan navigasi Anda, coba lakukan kegiatan-kegiatan berikut dengan teman atau anggota keluarga:

1. Bisakah Anda menemukan Polaris, yang juga dikenal sebagai Bintang Utara, di langit malam? Jika Anda bukan seorang ahli astronomi, menemukan Polaris mungkin sulit. Namun, Anda dapat menggunakan dua bintang dari konstelasi Big Dipper sebagai panduan. Lihat sumber online “Gunakan Penunjuk Big Dipper untuk Menemukan Bintang Utara” untuk informasi lebih lanjut.

2. Pernahkah Anda melihat sebuah sextan? Meskipun Anda hanya pernah melihat gambar, Anda mungkin berpikir bahwa itu terlihat seperti alat ilmiah yang kompleks. Kunjungi sumber online “Bagaimana Cara Kerja Sextan” untuk mempelajari lebih lanjut tentang alat navigasi ini. Bisakah Anda membayangkan membuat peta dengan menggunakan sextan?

3. Bayangkan Anda berada dalam sepatu seorang penjelajah dari 500 tahun yang lalu. Anda sedang menavigasi lautan yang tidak diketahui. Bagaimana cara Anda menemukan jalan ke tujuan Anda? Teknik apa yang akan Anda gunakan? Jelajahi sumber online “Rahasia Navigasi Kuno” untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknik yang digunakan oleh para navigator kuno. Teknik mana yang Anda anggap paling dapat diandalkan? Bagikan temuan Anda dengan teman atau anggota keluarga.

Untuk informasi tambahan, cek sumber-sumber berikut:

– http://www.wisegeek.com/what-is-celestial-navigation.htm

– https://sextantbook.wordpress.com/2014/04/03/how-celestial-navigation-works-in-easy-steps-1/

– http://education.nationalgeographic.org/encyclopedia/navigation/

– http://encyclopedia.kids.net.au/page/ce/Celestial_navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *