Menjelajahi Tata Surya: Bagaimana Ilmuwan Melakukannya

Para saintis menyelidiki sistem solar melalui pelbagai kaedah dan teknologi. Mereka menggunakan teleskop untuk mengamati objek-objek dalam sistem solar kita, seperti planet, bulan, dan asteroid. Wahana angkasa dihantar ke planet dan bulan yang berbeza untuk mengumpul data dan imej. Wahana angkasa ini dilengkapi dengan alat untuk mengukur komposisi, suhu, dan sifat-sifat lain badan-badan cahaya. Para saintis juga mengkaji meterorit, iaitu batu-batu yang jatuh ke Bumi dari angkasa, untuk mempelajari komposisi planet dan asteroid lain. Selain itu, mereka menganalisis data yang dikumpul oleh satelit dan rover untuk memahami geologi, atmosfera, dan potensi kehidupan di planet lain.


Pernahkah Anda menatap bintang-bintang yang bersinar di langit malam? Pernahkah Anda berpikir apa yang ada di luar sana? Tanpa diragukan lagi, Anda telah diajarkan bahwa alam semesta mengandung bintang, planet, dan galaksi yang lengkap.

Tapi bagaimana kita memperoleh pengetahuan ini? Meskipun manusia telah menginjakkan kaki di Bulan, dibandingkan dengan luasnya alam semesta, Bulan masih relatif dekat dengan Bumi. Setelah semua, ada bulan dan planet lain yang berjarak jutaan tahun cahaya. Jadi, bagaimana ilmuwan mempelajari ruang angkasa yang paling jauh?

Banyak orang menggunakan teknologi untuk menjelajahi planet kita. Berbagai instrumen telah membantu para ahli dalam mempelajari galaksi kita dan sekitarnya. Salah satu alat awal yang digunakan untuk eksplorasi ruang angkasa adalah teleskop, yang memberikan para ilmuwan pandangan pertama mereka tentang apa yang ada di luar atmosfer Bumi. Teleskop menggunakan lensa dan cermin untuk memperluas pandangan kita melampaui batas-batas Bumi.

Teleskop telah memungkinkan ilmuwan memperoleh pengetahuan yang substansial. Hal ini membuka jalan bagi eksplorasi ruang angkasa yang lebih lanjut. Manusia telah pergi ke Bulan dan melakukan banyak penerbangan pesawat ulang alik. Mereka telah melakukan penelitian tentang berbagai subjek ilmiah saat berada di luar angkasa.

Ilmuwan secara alami memiliki rasa ingin tahu yang besar. Saat kita menyelami lebih dalam ruang angkasa, kita menyadari betapa banyaknya yang masih perlu dijelajahi. Ini mendorong para ahli untuk mengembangkan alat yang lebih canggih lagi yang memungkinkan kita menjelajahi tempat-tempat di luar kemampuan manusia kita.

Misalnya, teleskop tidak lagi terbatas pada Bumi. Pada tahun 1990, Teleskop Luar Angkasa Hubble diluncurkan ke ruang angkasa dan telah berada di sana selama lebih dari 30 tahun. Teleskop ini telah mengabadikan gambar-gambar alam semesta kita yang sebelumnya tidak mungkin didapatkan.

Teleskop Hubble adalah keajaiban teknologi yang menakjubkan yang ditenagai oleh sinar matahari. Ia dilengkapi dengan banyak kamera dan instrumen ilmiah. Teleskop ini telah memberikan para ilmuwan data yang sangat berharga. Menurut NASA, data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble telah digunakan dalam lebih dari 17.000 makalah ilmiah!

Sejak akhir tahun 2000-an, ilmuwan juga telah melakukan banyak eksperimen di orbit Bumi rendah, berkat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini adalah stasiun luar angkasa orbital jangka panjang pertama yang menjadi tuan rumah astronot dari berbagai negara. Ilmuwan berharap bahwa ISS akan menjadi batu loncatan untuk misi berawak ke Mars dan ke tempat-tempat lain di masa depan.

Sementara itu, ilmuwan terus mendorong batas-batas. Mereka telah menciptakan berbagai mesin untuk menjelajahi sudut-sudut terdalam tata surya kita. Proba, seperti proba Cassini NASA, telah dikirim untuk menyelidiki planet lain. Jika Anda baru-baru ini melihat gambar Saturnus yang memukau, Anda harus berterima kasih kepada proba Cassini.

Astronom selalu memiliki minat yang mendalam terhadap Mars. Saat ini, kita memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang planet merah daripada sebelumnya. Mars Reconnaissance Orbiter dan rover Mars – Spirit, Opportunity, dan Curiosity – adalah robot yang sangat canggih. Mereka telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman kita tentang geologi Mars.

Seiring berjalannya waktu, ilmuwan akan terus memperluas pengetahuan mereka tentang alam semesta. Mereka akan menggunakan teknologi ilmiah yang canggih untuk melakukannya. Berkat teleskop Kepler, yang diluncurkan pada tahun 2009, ilmuwan sekarang percaya bahwa mungkin ada lebih dari 3.000 planet yang mengorbit lebih dari 2.000 bintang dalam galaksi Bima Sakti. Semua penemuan ini dimungkinkan berkat Kepler!

Apakah Anda tertarik untuk belajar lebih banyak tentang ruang angkasa? Mungkin suatu hari nanti, Anda dapat bergabung dengan para ilmuwan ruang angkasa! Anda dapat memulainya hari ini dengan memperdalam diri dalam semua yang bisa Anda pelajari tentang objek-objek di dalam alam semesta kita.

Cuba Cuba

Sedia untuk meneruskan penerokaan anda? Cari rakan yang berani, sama ada rakan atau ahli keluarga, untuk menemani anda mencuba salah satu atau lebih aktiviti di bawah:

  • Adakah anda berminat untuk menemui keajaiban angkasa secara langsung? Lihatlah gambar-gambar menarik ini yang diambil oleh Teleskop Angkasa Hubble. Adakah mereka menangkap objek yang mengagumkan? Pilih salah satu yang paling menarik minat anda dan minta bantuan orang dewasa untuk melakukan penyelidikan lanjut.
  • Pernahkah anda terfikir mengapa kita meneroka angkasa? Itu adalah soalan yang hebat! Lihatlah Peta Konsep yang menarik ini, hasil usaha bersama antara Institut untuk Kognisi Manusia dan Mesin (IHMC) dan NASA. Peta konsep ini akan membantu anda meneroka dan memahami pelbagai sebab mengapa manusia telah mengejar kajian dan penerokaan angkasa. Ringkaskan penemuan anda kepada seorang rakan atau ahli keluarga.
  • Adakah anda percaya bahawa adalah penting untuk memperluas pengetahuan kita tentang angkasa? Apakah alasan anda untuk berfikir begitu? Tulis surat atau emel kepada seorang rakan atau ahli keluarga, menjelaskan perspektif anda. Pastikan untuk memberikan contoh-contoh dan alasan untuk menyokong pemikiran anda.

Sumber Keajaiban

  • http://www.nasa.gov/exploration/whyweexplore/why_we_explore_main.html (capai pada 26 Okt. 2020)
  • http://io9.com/5975657/10-of-the-greatest-space-technologies-of-the-twenty+first-century (capai pada 26 Okt. 2020)
  • https://exoplanets.nasa.gov/keplerscience/ (capai pada 26 Okt. 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *