Mengapa Tidak Semua Buku Diilustrasikan?

Adakah anda mempunyai buku bergambar kegemaran dengan ilustrasi yang indah? Setiap tahun, Persatuan Perkhidmatan Perpustakaan kepada Kanak-Kanak memberikan Anugerah Caldecott “kepada seniman buku bergambar Amerika paling terkemuka untuk kanak-kanak yang diterbitkan di Amerika Syarikat pada tahun sebelumnya. Anugerah diberikan kepada seniman… tanpa mengira sama ada mereka merupakan penulis teks itu.” Pada 14 Jun 1938, Anugerah Caldecott pertama diberikan kepada Dorothy Lathrop untuk bukunya, Haiwan-Haiwan dalam Bible.

Berbeza daripada anugerah buku lain, Anugerah Caldecott mengiktiraf kecemerlangan ilustrasi buku. Anugerah Caldecott merupakan salah satu anugerah yang paling bergengsi untuk buku kanak-kanak di seluruh dunia.

Ia dinamakan sempena Randolph Caldecott, seorang ilustrator terkenal dari England pada abad ke-19. René Paul Chambellan merancang pingat gangsa itu pada tahun 1937, dan ia telah dianugerahkan setiap tahun sejak itu.

Perpustakaan tempatan anda mungkin mempunyai banyak pemenang Anugerah Caldecott yang terkenal dari tahun-tahun terkini. Jika anda berminat untuk membaca beberapa buku pemenang anugerah ini, lihatlah Finding Winnie: The True Story of the World’s Most Famous Bear, The Adventures of Beekle: The Unimaginary Friend, Locomotive, atau This Is Not My Hat.

Setiap tahun, terdapat juga banyak buku lain yang diiktiraf sebagai “buku anugerah” Caldecott. Buku-buku ini telah dinominasikan untuk anugerah, tetapi tidak memenangi Anugerah Caldecott. “Buku anugerah” ini dianggap sebagai beberapa buku bergambar terbaik yang diterbitkan setiap tahun.

Hanya beberapa seniman sahaja yang telah memenangi Anugerah Caldecott lebih dari sekali. Lima seniman telah memenangi dua Anugerah Caldecott, manakala hanya Marcia Brown dan David Wiesner yang telah memenangi tiga pingat setiap.

Kebanyakan kanak-kanak bermula belajar membaca dengan buku bergambar asas. Ilustrasi yang cantik dan berwarna-warni dapat menarik minat kanak-kanak dalam membaca dengan cara yang buku-buku bab yang hanya teks tidak boleh lakukan. Para pakar juga percaya bahawa buku bergambar dapat membantu kanak-kanak mengembangkan kemahiran berfikir kritis, ketika mereka menganalisis gambar dan teks serta membuat hubungan di antara keduanya.

Kebanyakan orang dewasa dapat mengingat buku bergambar kegemaran mereka dari masa kanak-kanak mereka. Ada sesuatu yang istimewa tentang cerita tertentu yang menarik perhatian kita. Ilustrasi yang indah dapat menghidupkan dunia yang dicipta oleh kata-kata di dalam halaman-halaman buku.

Walau bagaimanapun, apabila kanak-kanak semakin dewasa, buku-buku yang mereka baca menjadi lebih panjang dan gambar-gambar hilang. Apabila kanak-kanak berpindah ke buku bab, gambar-gambar yang mereka temui biasanya hanya terdapat di sampul hadapan dan belakang.

Tetapi mengapa begitu? Mengapa tidak semua buku yang kita baca mempunyai ilustrasi? Jawapannya mungkin terletak pada kos pengeluaran buku dengan ilustrasi.

Buku bergambar cenderung mempunyai cerita yang lebih pendek kerana mencipta ilustrasi memerlukan masa yang lama dan kos yang tinggi. Seniman berbakat perlu diupah untuk mencipta ilustrasi bagi buku-buku tersebut. Apabila cerita semakin panjang, ilustrasi yang lebih banyak diperlukan, yang meningkatkan kos pengeluaran.

Faktor lain adalah bahawa kanak-kanak yang lebih tua (dan orang dewasa) dapat membayangkan dunia dalam cerita yang mereka baca dengan lebih baik. Kanak-kanak yang lebih muda sangat mendapat manfaat daripada ilustrasi kerana pemahaman dan pengalaman mereka terhadap dunia belum terbentuk sepenuhnya. Ilustrasi membantu mereka memahami secara visual cerita dalam buku tersebut.

Sayangnya, terdapat penurunan dalam produksi buku gambar saat ini dibandingkan dengan masa lampau. Para pakar berspekulasi bahwa pergeseran ini mungkin dipengaruhi, sampai batas tertentu, oleh orang tua yang mendorong anak-anak kecil mereka untuk meninggalkan buku gambar demi buku bab yang lebih maju. Namun, para guru dan pakar literasi berpendapat bahwa buku gambar memainkan peran penting dalam perkembangan membaca anak-anak dan tidak boleh diabaikan. Tidak perlu bagi orang tua untuk tergesa-gesa kemajuan anak-anak mereka, karena buku gambar memiliki tempat yang istimewa dalam perjalanan belajar mereka. Sebaliknya, luangkan waktu hari ini untuk mengambil buku gambar favorit dan berbagi dengan teman dan keluarga.

Jika Anda ingin menjelajah lebih jauh, berikut adalah beberapa kegiatan yang bisa dicoba dengan teman atau anggota keluarga:

1. Pergi bersama seorang dewasa ke perpustakaan setempat. Telusuri koleksi buku gambar anak-anak dan pilih beberapa untuk dibawa pulang. Nikmati membaca ceritanya dan perhatikan ilustrasinya. Bagaimana ilustrasi tersebut meningkatkan narasi?

2. Apakah Anda tertarik untuk mengilustrasikan sebuah cerita? Mulailah dengan proyek kecil dan sederhana untuk menguasainya. Ajak seorang teman atau anggota keluarga untuk membuat cerita yang akan Anda ilustrasikan. Atau, Anda dapat mencari cerita di surat kabar, majalah, atau buku. Setelah Anda memiliki cerita, biarkan imajinasi Anda berjalan liar dan gambar, warnai, atau cat gambar untuk mendampinginya. Tidak ada aturan ketat, jadi berkreasilah!

3. Untuk perubahan yang menyenangkan, ciptakan cerita dan gambar yang mewakili atau menceritakan cerita tersebut. Setelah selesai membuat karya seni Anda, tunjukkan kepada seorang teman atau anggota keluarga dan mintalah mereka bercerita tentang cerita yang mereka lihat dalam gambar. Seberapa dekat mereka bisa mendekati cerita sebenarnya?

Sumber:

– http://www.nytimes.com/2010/10/08/us/08picture.html

– http://www.ala.org/ala/mgrps/divs/alsc/awardsgrants/bookmedia/caldecottmedal/aboutcaldecott/aboutcaldecott.cfm

– http://www.ala.org/alsc/awardsgrants/bookmedia/caldecottmedal/caldecottwinners/caldecottmedal

1. Mengapa tidak semua buku memiliki gambar?

Tidak semua buku memiliki gambar karena penggunaan visual tergantung pada audiens yang dituju dan tujuan dari buku tersebut. Banyak buku, terutama novel atau teks akademik, fokus utamanya adalah menyampaikan informasi atau menceritakan cerita melalui kata-kata. Gambar mungkin tidak perlu atau relevan dalam kasus-kasus ini, karena teks itu sendiri dimaksudkan untuk membangkitkan imajinasi dalam pikiran pembaca. Selain itu, menambahkan gambar ke setiap buku akan signifikan meningkatkan biaya produksi dan mungkin tidak layak bagi penerbit.

2. Apakah ada manfaat memiliki buku tanpa gambar?

Ya, ada beberapa manfaat memiliki buku tanpa gambar. Pertama, buku hanya berisi teks memungkinkan pembaca untuk mengembangkan imajinasi dan keterampilan visualisasi mereka dengan menciptakan gambar mental berdasarkan deskripsi tertulis. Hal ini dapat meningkatkan keterlibatan dan ketertarikan pembaca dalam cerita. Selain itu, buku tanpa gambar mendorong pembaca untuk lebih fokus pada bahasa, gaya penulisan, dan struktur naratif, yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Terakhir, buku tanpa gambar sering lebih portabel dan ringan, sehingga lebih mudah dibawa dan dibaca di berbagai tempat.

3. Apakah ada genre yang umumnya menyertakan gambar dalam buku?

Ya, ada beberapa genre yang umumnya menyertakan gambar dalam buku. Buku anak-anak, misalnya, sering kali menggabungkan ilustrasi untuk meningkatkan penceritaan dan menarik minat pembaca muda. Buku bergambar, buku pop-up, dan buku mewarnai secara khusus dirancang untuk menyertakan visual sebagai bagian integral dari pengalaman membaca. Selain itu, novel grafis dan komik sangat bergantung pada ilustrasi untuk menyampaikan cerita, ekspresi karakter, dan urutan aksi. Genre-genre ini menggunakan gambar sebagai sarana untuk melengkapi atau bahkan menggantikan teks untuk menarik pembaca secara visual.

4. Apakah gambar dalam buku mengganggu teks?

Apakah gambar dalam buku mengganggu teks tergantung pada preferensi pembaca dan tujuan yang dimaksudkan dari buku tersebut. Bagi beberapa pembaca, visual dapat meningkatkan pengalaman membaca dengan memberikan konteks tambahan, membantu pemahaman, atau menambah daya tarik estetika. Namun, orang lain mungkin merasa gambar mengganggu, terutama jika mereka lebih suka membayangkan adegan dan karakter berdasarkan deskripsi tertulis. Pada akhirnya, penggunaan gambar harus sejalan dengan visi penulis dan preferensi audiens target untuk memastikan pengalaman membaca yang seimbang dan efektif.

5. Apakah gambar dalam buku dapat membantu meningkatkan literasi?

Ya, gambar dalam buku dapat membantu meningkatkan literasi, terutama untuk pembaca muda atau yang mengalami kesulitan. Gambar dapat memberikan petunjuk konteks, memfasilitasi pemahaman konsep-konsep kompleks, dan membangkitkan minat dalam membaca. Dalam buku anak-anak, ilustrasi dapat membantu pembaca awal mengaitkan kata-kata dengan gambar, membantu perkembangan kosakata dan keterampilan pemahaman membaca. Selain itu, gambar bisa membuat membaca lebih menyenangkan dan menarik, mendorong pembaca yang enggan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan buku. Namun, penting untuk dicatat bahwa gambar tidak boleh menggantikan perkembangan keterampilan membaca, tetapi sebaliknya melengkapi konten teks untuk menciptakan pengalaman membaca yang komprehensif.

6. Apakah ada kekurangan dalam menyertakan gambar dalam buku?

Ada beberapa kekurangan dalam menyertakan gambar dalam buku. Pertama, biaya produksi buku dengan gambar umumnya lebih tinggi karena desain tambahan, biaya cetak, dan biaya lisensi yang diperlukan. Hal ini dapat membatasi ketersediaan dan keterjangkauan buku yang kaya gambar, yang berpotensi mengurangi akses terhadap beragam bahan bacaan. Kedua, gambar kadang-kadang dapat membatasi imajinasi dan interpretasi pembaca terhadap teks, karena mereka memberikan representasi visual yang dapat mempengaruhi persepsi pembaca. Terakhir, menyertakan gambar dalam buku dapat membatasi target audiens, karena beberapa pembaca lebih suka buku hanya teks atau mungkin memiliki gangguan penglihatan yang membuat gambar tidak dapat diakses.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *