Adakah Menguap Menular?

Merasa mengantuk? Mungkin Anda sedang berandai-andai tentang tidur siang yang nyaman untuk mengisi energi Anda. Memikirkan tentang tidur untuk sementara waktu mungkin membuat Anda menguap panjang dan lama!

Jika Anda telah bertanya-tanya bersama kami, Anda mungkin pernah membaca tentang alasan mengapa orang menguap. Jawabannya adalah… tidak ada yang benar-benar tahu! Meskipun ilmuwan memiliki banyak teori, tidak ada penjelasan yang pasti mengapa manusia menguap.

Namun, ada satu hal yang para ahli sadari tentang menguap—menguap cenderung menular! Pernahkah Anda meniru menguap seseorang? Sebagian besar orang pernah melakukannya. Bahkan, seseorang memiliki enam kali lebih besar kemungkinan untuk menguap setelah melihat orang lain melakukannya.

Mengapa menguap menular? Itu adalah teka-teki lain yang masih dicoba dipecahkan oleh para ahli. Mereka telah melakukan banyak penelitian tentang mengapa menguap tampak menyebar dari orang ke orang. Sebagai hasilnya, para ahli memiliki beberapa teori tentang penyebabnya.

Salah satu penjelasan potensial terkait dengan sesuatu yang disebut pemantulan sosial. Ini dipicu oleh neuron cermin di otak. Neuron ini membantu otak mengenali perilaku yang bermanfaat pada orang lain dan kemudian menirunya. Ketika seseorang melihat orang lain menguap, neuron cermin mereka mengamati tindakan itu dan menginterpretasikannya sebagai menguntungkan. Ini kemudian dapat menyebabkan mereka juga menguap.

Teori lain yang populer adalah bahwa menguap menular disebabkan oleh ikatan sosial. Bahkan, banyak ahli percaya bahwa ini mungkin merupakan tanda empati. Manusia jelas merupakan makhluk sosial. Mereka membentuk persahabatan, keluarga, dan hidup bersama dalam kelompok. Itulah mengapa banyak orang meniru orang lain, seperti tersenyum ketika orang lain melakukannya. Menguap mungkin hanya menjadi contoh lain dari ini. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa orang paling mungkin meniru menguap dari orang lain jika mereka memiliki ikatan sosial yang kuat.

Penjelasannya juga bisa menjadi bahwa menguap sebenarnya tidak menular sama sekali. Sebaliknya, orang mungkin menguap saat mereka bersama-sama karena mereka berada di lingkungan yang sama. Para ahli menyatakan bahwa banyak hal yang bisa memicu menguap—termasuk suhu dan waktu hari. Pemicu yang mungkin bisa dialami oleh siapa saja di sekitar. Oleh karena itu, orang yang menguap satu sama lain mungkin murni kebetulan.

Tidak peduli penjelasannya, para ahli tahu bahwa menguap menular tidak terbatas pada manusia. Sebuah studi mengamati dua kawanan singa di Afrika Selatan dan menemukan bahwa hewan-hewan ini juga saling meniru menguap. Bahkan, seekor singa memiliki kemungkinan 139 kali lebih besar untuk menguap setelah melihat anggota lain dari kawanan melakukannya.

Perilaku serupa juga telah diamati pada mamalia lain. Primata, serigala, dan bahkan anjing peliharaan tampak mengalami menguap menular. Dalam beberapa kasus, fenomena ini bahkan bisa meluas di antara spesies yang berbeda. Misalnya, anjing peliharaan lebih mungkin menguap setelah melihat pemiliknya menguap.

Pikirkan tentang terakhir kali Anda menguap. Apakah setelah melihat orang lain menguap? Atau apakah Anda mulai menguap dan menularkannya kepada orang lain? Bagaimanapun, menguap seringkali menjadi kegiatan kelompok!

Cobalah

Siap untuk belajar lebih banyak? Mintalah bantuan seorang teman atau anggota keluarga untuk kegiatan berikut.

  • Sebab mengapa orang menguap masih tidak pasti, tetapi pakar-pakar memiliki beberapa teori. Ketahui lebih lanjut tentang menguap di artikel ini. Apakah Anda sering menguap? Bisakah Anda melihat seseorang menguap tanpa menguap sendiri? Bagikan beberapa fakta menarik tentang menguap dengan teman atau anggota keluarga.
  • Umumnya diyakini bahwa menguap terjadi ketika seseorang bosan, tetapi itu tidak selalu benar. Kapan Anda mengalami menguap paling banyak? Apakah saat Anda bosan, mengantuk, atau segera setelah bangun tidur? Pernahkah Anda menguap pada waktu yang tidak tepat? Tulis beberapa paragraf tentang apa yang memicu menguap Anda. Bagikan tulisan Anda dengan teman atau anggota keluarga dan tanyakan tentang apa yang memicu menguap mereka.
  • Kumpulkan spidol, krayon, dan kertas, dan buatlah poster yang menggambarkan bagaimana penampilan Anda saat menguap. Setelah menggambar diri Anda menguap, tambahkan elemen-elemen ke gambar yang memicu menguap pada Anda. Bisa berupa hal-hal yang membuat Anda bosan atau mengantuk. Bagikan karya Anda dengan teman atau anggota keluarga.

Sumber Keajaiban

  • https://www.pbs.org/newshour/science/why-are-yawns-contagious-we-asked-a-scientist (diakses tanggal 05 Apr. 2022)
  • https://www.healthline.com/health/why-do-we-yawn#see-a-doctor (diakses tanggal 05 Apr. 2022)
  • https://www.nationalgeographic.com/animals/article/many-mammals-are-contagious-yawners-this-might-be-why (diakses tanggal 05 Apr. 2022)
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7147458/ (diakses tanggal 05 Apr. 2022)
  • https://learnersdictionary.com/ (diakses tanggal 05 Apr. 2022)

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *