Mengapa Burung Terbang dalam Bentuk V?

Lihat ke langit. Apa yang menarik yang kamu perhatikan? Apakah kamu melihat bentuk yang familiar di awan? Apakah ada pesawat terbang atau layang-layang? Jika beruntung, mungkin ada juga “V” yang melayang di atas kepala kamu. Bukan, bukan alfabet terbang – tetapi sekelompok burung terbang dalam formasi tertentu!

Meskipun tidak semua burung bermigrasi, sebagian besar dari mereka melakukannya. Mereka dikenal sebagai “burung migrasi.” Alasan burung bermigrasi bervariasi, tetapi biasanya terkait dengan makanan atau kondisi cuaca.

Di belahan bumi utara, banyak burung terbang ke selatan selama bulan-bulan musim dingin ketika cuaca menjadi terlalu dingin bagi mereka untuk bertahan hidup di habitat utara mereka. Begitu musim semi tiba, burung-burung ini kembali ke rumah mereka.

Apakah kamu pernah bepergian bersama keluargamu? Orang-orang sering bepergian bersama untuk berlibur atau hanya pergi ke toko. Ada yang lebih suka bepergian sendirian. Burung juga sama! Ada burung yang bermigrasi sendirian, yang lain berpergian berpasangan, dan banyak yang terbang dalam kelompok besar.

Burung berkicau sering bermigrasi dalam jumlah yang banyak, sementara burung yang lebih besar seperti angsa terbang dalam formasi tertentu. Seringkali, formasi ini berbentuk V. Alasan burung-burung ini memilih untuk terbang dalam bentuk V telah membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Ada dua teori yang mencoba menjelaskan formasi berbentuk V ini.

Teori yang paling diterima adalah bahwa terbang dalam kelompok mempengaruhi aerodinamika. Ini berarti bahwa burung-burung mengadopsi formasi ini karena membuat terbang lebih mudah bagi mereka. Saat burung-burung tersebut mengayuh sayap mereka, udara yang melewati ujung sayap memberikan dorongan ekstra bagi burung-burung di belakang formasi V. Hal ini mengurangi energi yang dibutuhkan oleh burung-burung untuk terbang. Hal ini sangat membantu mengingat jarak yang jauh yang ditempuh oleh burung-burung ini.

Terbang di bagian depan formasi V lebih menantang daripada terbang di bagian belakang. Selama migrasi, burung-burung tersebut bergantian memimpin formasi V agar tidak ada burung yang terlalu lelah. Ketika burung tersebut lelah memimpin, ia jatuh ke bagian belakang formasi V. Ia kemudian dapat mengembalikan energinya dengan bantuan anggota lainnya. Proses ini memungkinkan burung-burung terbang jarak jauh tanpa perlu istirahat.

Teori kedua mengusulkan bahwa terbang dalam formasi V memberikan setiap burung dengan pandangan yang lebih baik untuk mengamati burung-burung lain dalam kelompok saat mereka terbang. Hal ini memudahkan burung-burung untuk melacak setiap anggota kelompok. Kelompok pilot tempur juga sering mengatur pesawat mereka dalam formasi V dengan alasan yang sama.

Saat kamu berada di luar, lihat apakah kamu dapat melihat formasi V di langit! Kemudian, perhatikan. Apakah kamu melihat burung-burung bergantian di bagian depan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh burung-burung di bagian depan untuk menjadi lelah dan pindah ke bagian belakang? Kamu dapat belajar banyak tentang hewan hanya dengan mengamatinya!

Cobalah Sendiri

Ayo kita terbang lebih tinggi untuk mengeksplorasi lebih banyak! Pastikan untuk mencoba kegiatan-kegiatan berikut bersama teman atau anggota keluarga:

Perpindahan seperti percutian bagi burung-burung. Bayangkan menjadi seekor burung dalam percutian tropika dan rakan-rakan penguin anda di Antarctica yang tidak dapat terbang meminta anda mengirimkan kad pos tentang pengembaraan perpindahan anda. Apa yang anda lihat semasa terbang dari rumah ke destinasi tropika? Apa yang anda bincangkan dengan rakan perjalanan burung anda? Bandar-bandar manakah yang anda singgah dalam perjalanan? Tulislah cerita anda dan kongsikan dengan rakan-rakan dan keluarga. Jika anda berjiwa seni, anda boleh melukis gambar pemandangan dari langit.

Lakukan inventori burung di kawasan sekitar rumah anda untuk mengetahui burung-burung yang tinggal di sana. Perhatikan dan dengarkan dengan teliti. Catat jenis-jenis burung yang berbeza yang anda lihat dan dengar. Pilih satu atau dua jenis burung dan cari maklumat tentang mereka dalam talian. Adakah mereka bermigrasi setiap tahun? Jika ya, bila mereka berangkat dan ke mana mereka pergi?

Jika anda dapat terbang ke langit dan melihat dunia dari sudut pandang burung, apa yang akan anda lihat? Jika anda boleh terbang ke mana saja, ke mana anda ingin pergi dan apa yang anda ingin lihat? Berfikir seperti burung dan senaraikan semua tempat yang anda ingin lawati. Adakah anda lebih suka terbang sendiri atau bersama kumpulan? Bincangkan idea anda dengan seorang rakan atau ahli keluarga.

Sumber Rujukan:

– http://www.scientificamerican.com/article/why-do-migratory-birds-fl/ (capaian 27 Mac 2019)

– https://www.loc.gov/rr/scitech/mysteries/geese.html (capaian 27 Mac 2019)

1. Mengapa burung terbang dalam formasi V?

Burung terbang dalam formasi V dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah untuk menghemat energi. Saat burung terbang dalam formasi V, formasi tersebut menciptakan arus angin naik yang membuatnya lebih mudah bagi burung di belakang untuk terbang. Ini mengurangi jumlah energi yang mereka perlukan. Selain itu, terbang dalam formasi V memungkinkan burung berkomunikasi dan tetap terhubung satu sama lain. Ini membantu mereka menjaga kontak visual dan mengoordinasikan gerakan mereka selama migrasi panjang. Secara keseluruhan, terbang dalam formasi V adalah strategi yang efisien yang membantu burung menghemat energi dan tetap terhubung dengan kawanan mereka.

2. Bagaimana burung memutuskan siapa yang memimpin formasi V?

Keputusan siapa yang memimpin formasi V sering ditentukan oleh burung terkuat dan paling berpengalaman dalam kawanan. Burung ini mengambil posisi pemimpin, yang membutuhkan usaha terbanyak saat menembus udara. Burung lain kemudian memposisikan diri di belakang pemimpin, memanfaatkan arus udara yang diciptakan oleh sayapnya. Burung pemimpin dapat berubah secara periodik untuk mendistribusikan usaha di antara anggota kawanan. Diyakini bahwa burung menentukan pemimpin berdasarkan kondisi fisik, kekuatan, dan kemampuan navigasi mereka, memastikan burung yang paling mampu mengambil peran yang menuntut tersebut.

3. Apakah semua spesies burung terbang dalam formasi V?

Tidak, tidak semua spesies burung terbang dalam formasi V. Meskipun itu adalah pemandangan umum di antara burung migrasi seperti angsa dan bebek, spesies burung lain mungkin tidak mengadopsi pola terbang ini. Keputusan untuk terbang dalam formasi V tergantung pada berbagai faktor, termasuk ukuran burung, perilaku, dan pola migrasi. Beberapa burung, seperti merpati atau burung gereja, mungkin lebih suka terbang dalam kelompok kecil yang longgar atau sendirian. Setiap spesies burung memiliki perilaku terbang dan strategi unik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

4. Apakah ada kekurangan dalam terbang dalam formasi V?

Meskipun terbang dalam formasi V menawarkan banyak keuntungan, ada juga beberapa kekurangan potensial. Salah satu kekurangan utamanya adalah risiko tabrakan. Terbang dengan jarak yang dekat meningkatkan kemungkinan burung secara tidak sengaja bertabrakan satu sama lain, terutama dalam kondisi visibilitas rendah. Selain itu, jika burung pemimpin menjadi lelah atau terluka, hal itu dapat mengganggu seluruh formasi dan menyebabkan kebingungan di antara kawanan. Namun, meskipun potensi kekurangan ini, manfaat terbang dalam formasi V, seperti penghematan energi dan komunikasi yang lebih baik, umumnya lebih besar daripada risikonya bagi burung-burung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *