Siapakah Buddha?

Buddha, juga dikenali sebagai Siddhartha Gautama, adalah seorang pemimpin spiritual dan pengasas agama Buddha. Beliau dilahirkan di India kuno sekitar abad ke-6 SM. Dibesarkan dalam kehidupan yang berkecukupan, beliau kemudian meninggalkan gaya hidup mewahnya untuk mencari pencerahan dan memahami sifat penderitaan. Setelah bertahun-tahun bermeditasi dan mencari jati diri, beliau mencapai pencerahan di bawah sebatang pohon Bodhi, menjadi Buddha yang bermaksud “yang terjaga”. Ajaran Buddha berkisar pada Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Delapan Pintu, yang menekankan pentingnya mengatasi keinginan dan ikatan untuk mencapai kedamaian dalam diri dan pembebasan dari penderitaan. Ajarannya terus menginspirasi jutaan pengikut di seluruh dunia.


Adakah anda pernah mengunjungi restoran Cina? Jika anda pernah, anda mungkin telah melihat hiasan dan seni, seperti patung dan ukiran, yang menggambarkan kuil Buddha dan mungkin juga Buddha sendiri.

Banyak orang mengenal patung Buddha, yang menunjukkan seorang pria yang tersenyum dengan perut yang bulat. Beberapa orang bahkan percaya bahwa menggosok perut patung-patung ini membawa keberuntungan.

Patung-patung ini adalah tokoh yang disebut Hotei, Buddha Tertawa. Karakter ini didasarkan pada seorang biksu yang tidak konvensional yang hidup pada masa Dinasti Liang. Pada akhirnya, Buddha Tertawa menjadi terkait dengan keberuntungan dan keberuntungan dalam budaya Asia.

Buddha Tertawa mewakili Buddha atau “Orang yang Suci.” Dalam agama Buddha, seseorang yang telah mencapai pencerahan atau kesadaran dapat melihat dunia sebagaimana adanya. Orang ini kemudian dikenal sebagai Buddha dan bebas dari segala kekurangan.

Menurut Buddhisme, telah ada banyak Buddha di masa lalu dan akan ada banyak lagi di masa depan. Namun, ketika orang berbicara tentang Buddha yang satu, mereka mengacu pada individu yang mendirikan agama Buddha dan sering digambarkan dalam patung sebagai seorang pria kurus yang tenggelam dalam meditasi.

Buddha yang satu adalah Siddhartha Gautama, seorang pria yang diyakini oleh sejarawan dilahirkan di abad ke-6 SM di Nepal selatan dekat perbatasan India. Siddhartha, putra seorang raja suku, dibesarkan di istana dengan kontak yang sangat terbatas dengan dunia luar.

Pada usia sekitar 30 tahun, Pangeran Siddhartha meninggalkan kehidupan mewahnya dengan tekad untuk menemukan kenyataan dunia. Ia menemui dunia penuh penderitaan, yang memotivasinya untuk melakukan perjalanan selama enam tahun untuk memahami kondisi manusia.

Menurut legenda, Siddhartha, setelah menolak gelarnya dan menjadi seorang biksu, mencapai pencerahan saat bermeditasi di bawah pohon ara. Ia menjadi Buddha – Sang Orang Suci – dan menghabiskan sisa hidupnya mengajarkan orang lain apa yang telah ia pelajari.

Ajarannya, yang dikenal sebagai Dharma, menjadi dasar Buddhisme. Inti ajarannya dapat dirangkum dalam Empat Kebenaran Mulia: kebenaran tentang penderitaan, penyebab penderitaan, akhir dari penderitaan, dan jalan yang mengarah ke akhir penderitaan.

Umumnya, umat Buddha percaya pada konsep karma, yang berpendapat bahwa jiwa akan dilahirkan kembali beberapa kali ke dalam alam yang berbeda. Tindakan baik selama hidup menghasilkan kebahagiaan dan kelahiran kembali ke salah satu dari tiga alam beruntung: dewa-dewa, dewa-dewi, dan manusia.

Di sisi lain, tindakan buruk selama hidup mengakibatkan ketidakbahagiaan dan kelahiran kembali ke salah satu dari tiga alam yang tidak beruntung: hewan, hantu, dan neraka. Umat Buddha menganggap alam manusia sebagai alam kelahiran tertinggi.

Mengapa demikian? Hanya alam manusia yang memberikan makhluk hidup kesempatan untuk mencapai Nirwana, yang merupakan tujuan utama dari jalan Buddhisme menuju pencerahan. Setelah mencapai Nirwana, siklus kelahiran berhenti, dan seseorang menjadi Buddha yang kemudian dapat memandu orang lain sebagai pemimpin spiritual.

Cobalah

Apakah anda tertarik untuk belajar lebih banyak tentang Buddha? Minta bantuan seorang teman atau anggota keluarga untuk membantu anda menjelajahi kegiatan-kegiatan berikut:

  • Pergi ke laman web The New York Times untuk membaca tentang Gua Buddha. Di sana, anda akan menemui sebuah bandar yang terletak di tepi Gurun Gobi yang mempunyai banyak gua Buddha. Gua-gua ini mengandungi fresko dan patung yang tiada tandingan dalam saiz berbanding dengan tapak Buddha lain di China. Selain itu, anda akan mengetahui mengapa gua-gua ini kini berisiko dan memerlukan perlindungan.
  • Kunjungi laman web PBS untuk mengakses Garis Masa & Peta yang memaparkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk dan menentukan kehidupan Buddha. Anda juga akan mendapatkan maklumat tentang tapak ziarah dan pusat pembelajaran yang penting dalam agama Buddha.
  • Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang Ajaran Buddha, manfaatkan video dalam talian dan baca tentang perjalanan beliau ke arah pencerahan dan keinginannya untuk mengajar orang lain bagaimana untuk mencapainya. Catat sekurang-kurangnya tiga fakta menarik yang anda pelajari dan kongsi dengan rakan atau ahli keluarga.

Sumber Berharga

  • https://www.britannica.com/biography/Buddha-founder-of-Buddhism
  • http://www.aboutbuddha.org/english/who-is-buddha.htm/
  • http://www.pbs.org/edens/thailand/buddhism.htm
  • https://www.biography.com/people/buddha-9230587
  • http://hivelogic.com/articles/buddha-statue-identification/

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *